Iklan Tayang Selamanya
📢 Promo hari ini pasang iklan di internet murah 🚀 Buruan sebar iklan massal murah ke 1.000 website, hanya 150 ribu! 👉 Posting iklan di website Iklan Maluku ini hanya Rp10.000 rupiah iklan tampil selamanya, hubungi Kami! 🎯 Jangan sungkan untuk kerjasama lainnya, hubungi Kami! 💥 Posting iklan di 50 website! dikerjakan manual ada Diskon besar !!!
setidaknya satu iklan mu harus ada di jaringan iklan unikbaca.com ini, agar pengunjung
atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha mu, posting iklan di sini murah biaya nya
🎁 Promo DISKON hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web!

thumbnail

Pengertian Analisis Akuntansi

Pengertian Analisis Akuntansi

         Analisis akuntansi merupakan proses evaluasi sejauh mana angka akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Analisis akuntansi mencakup sejumlah pekerjaan yang berbeda





        Analisis akuntansi merupakan persyaratan terpenting bagi analisisi keuangan yang efektif. Hal ini disebabkan oleh kualitas analisis keuangan, dan kesimpulan yang dibuat, bergantung pada kualitan informasi akuntansi yang digunakan, bahan mentah dari analisis ini.


Kebutuhan Akan Analisis Akuntansi

        Kemampuan Analisis Akuntansi adalah hal terpenting yang harus dimiliki seorang analisis akuntan. setidaknya ada dua alasan mengapa seorang harus memiliki kemampuan analisis akuntansi, yaitu :
  1. Akuntansi akrual Memperbaiki akuntansi kas dengan mencerminkan aktivitas usaha pada waktu yang lebih cepat
  2. Laporan keuangan di buat untuk berbagai jenis pemakai dan kebutuhan akan informasi.

Distorsi Akuntansi


      Distorsi akuntansi merupakan penyimpangan dari informasi yang dilaporkan pada laporan keuangan terhadap realitas usaha sebenarnya. Distorsi ini timbul dari sifat akuntansi akrual-yang meliputi standar, kesalahan estimasi, keseimbangan antara relevan, dan andal, serta kebebasan dalam aplikasinya.


Sumber Distorsi Akuntansi

       Setidaknya ada empat sumber yang mempengaruhi terjadinya distorsi akuntansi, yaitu :
  1. Standar Akuntansi
  2. Kesalahan Estimasi
  3. Keseimbangan Andal dan Relevan
  4. Manajemen Laba

Manajemen Laba

       Manajemen laba dapat diartikan sebagai “intervensi manajemen dengan sengaja dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi” (Schipper 1989). Sering kali proses ini mencakup mempercantik laporan keuangan, terutama angka yang paling bawah, yaitu laba.


Strategi Manajemen Laba


Terdapat tiga jenis manajemen laba :
  1. Manajer meningkatkan laba (increasing income)
  2. Manajemen melakukan “mandi besar” ( big bath) melalui pengurangan laba periode ini
  3. Manajer mengurangi fluktuasi laba dengan perataan laba (income smoothing)

Motivasi Melakukan Manajemen Laba

Banyak alasan kenapa manajer melakukan manajemen laba, diantaranya adalah :
  1. Meningkatkan kompensasi manajer yang terkait dengan laba yang dilaporkan
  2. Meningkatkan harga saham
  3. Usaha mendapatkan subsidi pemerintah


Implikasi Manajemen Laba Terhadap Analisis Laporan  Keuangan

      Karena manajemen laba mendistorsi laporan keuangan, identifikasi dan membuat penyusunan manajemen laba menjadi tugas penting dalam analisis laporan keuangan. Namun, meskipun kekhawatiran mengenai manajemen laba meningkat, manajemen laba tidak tersebar sejauh yang diasumsikan.

        Media keuangan senang memusatkan perhatian pada kasus manajemen laba karena masalah ini enak dibaca. Hal tersebut memberikan kesan yang salah pada pemakai bahwa manajemen laba dilakukan setiap waktu.


Menentukan Sebuah Perusahaan Menggunakan Manajemen Laba Atau Tidak

        Sebelum menentukan apakah sebuah perusahaan melakukan manajemen laba, seorang analisis harus memeriksa hal berikut :
  1. Intensif melakukan manajemen laba
  2. Reputasi dan masa lalu manajemen
  3. Pola yang konsisten
  4. Kesempatan melakukan manajemen laba


Evaluasi Kualitas Laba

     Kualitas laba (atau tepatnya, kualitas akuntansi) memiliki arti yang berbeda untuk berbagai pihak. Banyak analis mendefinisikan kualitas laba sebagai sejauh mana perusahaan mengaplikasi konservatisme-perusahaan dengan kualitas laba tinggi diharapkan memiliki rasio harga terhadap laba (price-earning ratio) yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan kualitas laba lebih rendah. 

    Tahap Dalam Evaluasi Laba

         Tahapan-tahapan dalam evalusi kualitas laba. Evaluasi kualitas laba mencakup tahap berikut :
    1. Identifikasi dan penilaian kebijakan akuntansi penting
    2. Evaluasi tingkat fleksibilitas akuntansi
    3. Tentukan strategi pelaporan
    4. Identifikasi dan menilai tanda bahaya.
     
    Penyesuaian Laporan Keuangan

    Beberapa penyesuaian umum laopran keuangan mencakup :
    1. Kapitalisasi sewa guna operasi jangka penjang, dengan penyesuaian atas neraca dan laporan laba rugi
    2. Pengakuan beban kompensasi berbasis saham untuk penentuan laba
    3. Penyesuaian beban tidak rutin seperti penuruna nilai aset dan biaya restrukturasi
    4. Pengakuan status (dana) ekonomis untuk program pensiun dan program imbalan pasca kerja lainnya dalam neraca
    5. Menghilangkan dampak pajak penghasilan tertentu yang ditangguhkan atas kewajiban dan aset dari neraca      

    Belum berminat? tak apa 😊 bantu kami dengan membagikan link ini ke teman, siapa tahu, justru mereka sedang mencari ini!
    Posting Iklan 50 Situs