Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

Arti Sifat Pemberani Dalam Islam


Pemberani (asy-syaja'ah) adalah sedia bertanggung jawab atas segala perbuatannya dengan pikiran yang jernih serta harapan yang tidak putus. Keberanian tanpa pikiran yang jernih dan tanpa harapan adalah nekad atau membabi-buta, bukan syaja'ah tapi tahawwur
        Berbuat maksiat, mencuri, berzina berjudi, membunuh, merampok bukanlah pemberani namanya. Tidak berbuat demikian bukan penakut, tetapi itulah yang disebut Pemberani. Berani mengendalikan diri walaupun betapa beratnya. Berhenti ditempatnya untuk mengatur strategi dan disaatnya maju dengan pertimbangan yang tepat.
             Setelah pertimbangan dengan mantap dan putusan sudah ditetapkan orang harus bertekad bulat menjalankannya. Itulah yang disebut "azimah". Allah SWT Berfirman.


اِنَّ الَّذِيۡنَ يَكۡتُمُوۡنَ مَآ اَنۡزَلۡنَا مِنَ الۡبَيِّنٰتِ وَالۡهُدٰى مِنۡۢ بَعۡدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الۡكِتٰبِۙ اُولٰٓٮِٕكَ يَلۡعَنُهُمُ اللّٰهُ وَ يَلۡعَنُهُمُ اللّٰعِنُوۡنَۙ

"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan [yang jelas] dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati [pula] oleh semua [makhluk] yang dapat mela’nati," (Al-Baqarah : 159)

             Syaja'ah bukannya sifat yang tidak pernah takut, tetapi syaja'ah adalah sifat yang dapat mengatasi rasa takut. dengan sifat ini rasa takut itu dapat dikendalikan dan bahaya dari hal yang ditakuti itu dapat diperkecil atau dihindari. Oleh karena itu orang yang mempunyai sifat syaja'ah memiliki ketenangan hati dan kemampuan mengolah sesuatu dengan pikiran tenang.
            Menurut Ibnu Miskawih, sifat Syaja'ah mengandung keutamaan-keutamaan sebagai berikut :
  1. Jiwa Besar, yaitu sadar akan kemnampuan diri dan sanggup melaksanakan pekerjaan besar yang sesuai dengan kemampuannya. Bersedia mengalah dalam persoalan kecil dan tidak penting.Menghormati tetapi tidak silau kepada orang lain
  2. Tabah, yaitu tidak segera goyah pendirian, bahkan setiap pendirian keyakinan deipegangnya dengan mantap
  3. Keras Kemauan, yaitu bekerja sungguh-sungguh dan tidak berputus asa serta tidak mudah dibelokkan dari tujuan yang diyakini
  4. Ketahanan, yaitu tahan menderita akibat perbuatan dan keyakinannya
  5. Tenang, yaitu berhati tenang, tidak selalu menuruti perasaan (emosi) dan tidak lekas marah
  6. Kebesaran, yaitu suka melakukan pekerjaan yang penting atau besar
Adapun bentuk-bentuk sifat keberanian menurut pandangan islam adalah sebagai berikut:
  • Keberanian menghadapi musuh dalam peperangan (al-Jihad fi Sabilillah). Allah berfirman :
 يايها الذين امنوا اذا لقيتم الذين كفروا زحفا فلا تولوهم الادبار ومن يولهم يومٮذ دبره الا متحرفا لقتال او متحيزا الى فئة فقد باء بغضب من الله وماوٮه جهنم وبئس المصير

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka [mundur].  Barangsiapa yang membelakangi mereka [mundur] di waktu itu, kecuali berbelok untuk [siasat] perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." (Al-ANfal : 15-16)

  • Keberanian mengatakan kebenaran sekalipun didepan penguasa yang Dzalim
  • Keberanian untuk mengendalikan diri tatkala marah sekalipun dia bisa melampiaskannya
وسارعوا إلى مغفرة من ربڪم وجنة عرضها ٱلسموٲت وٱلأرض أعدت للمتقين  ٱلذين ينفقون فى ٱلسراء وٱلضراء وٱلڪظمين ٱلغيظ وٱلعافين عن ٱلناس وٱلله يحب ٱلمحسنين

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, [yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Ali-Imraan : 133-134)


Kemitraan Usaha Digital

Tata Cara Berpakaian yang Baik Dalam Pandangan Islam






          Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah swt dalam bentuk dan rupa sebaik-baiknya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an dalam Surat At-Tiin ayat 4-5 :
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٍ۬ (٤) ثُمَّ رَدَدۡنَـٰهُ أَسۡفَلَ سَـٰفِلِينَ
        "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (4) Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya [neraka]," (At-Tiin : 4-5)

         Keindahan tersebut akan lestari manakala manusia itu sendiri mampu memelihara amanat itu dengan baik. Untuk itu sebagai langkah awal yang ditempuh Islam adalah menanamkan kesadaran dan kewajiban terhadap semua pemeluknya agar memperhatikan etik dan sopan santun berpakaian dengan memberikan ukuran dan batasan aurat bagi pria maupun wanita
         Secara Alamiah tubuh manusia yang tipis dan mudah tergores itu perlu ditutup dan dilindungi dari gangguan bahaya alam sekitarnyaa seperti dingin, panas dan lain sebgainya. Karena itu Allah memerintahkan manusia untuk menutup auratnya dan Allah menciptakan bahan-nahan alami di alam ini untuk dibuat pakaian penutup badan. Allah berfirman:

يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا‌ ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
          "Hai anak Adam  sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa  itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (AL-A'raf : 26)

              Berpakaian yang baik dan bagus, sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Dalam pengertian bahwa pakaian tersebut dapat memenuhi hajat tujuan berpakaian, yaitu menutupi aurat dan keindahan. Lebih-lebih ketika melakukan ibadah shalat ke masjid seyogyanya pakaian yang dipakai itu adalah pakaian yang baik (bukan yang mewah) dan bersih. Sesuai dengan Firman Allah :

يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ خُذُوۡا زِيۡنَتَكُمۡ عِنۡدَ كُلِّ مَسۡجِدٍ وَّكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا وَلَا تُسۡرِفُوۡا‌ ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُسۡرِفِيۡنَ
             "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap [memasuki] masjid [1] makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan [2]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf : 31)

         Oleh karena itu islam mengatur kepada umatnya untuk memakai pakaian sesuai dengan karakteristiknya antara pria dan wanita. Adapun Tata Cara Berpakaian yang Baik Dalam Pandangan Islam diantaranya sebagai Berikut :
  • Seorang Laki-laki dilarang memakai pakaian sutera dan cincin emas
  • Pakaian jangan sampai menyapu tanah, baik celana, sorban maupun lainnya
  • Mengutamakan pakaian berwarna putih atas lainnya, namun memakai yang lainnya pun diperbolehkan
  • Seorang hendaknya memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya. Allah Berfirman :
ـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا‏
                   "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [4] ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (Al-Ahzab : 59)
  • Dalam Mengenakan pakaian hendaknya dimulai dengan bagian yang kanan.


Kemitraan Usaha Digital

Pengertian dan Keistimewaan Akhlak Dalam Islam






A. Pengertian Akhlak

          Secara bahasa Akhlak merupakan bentuk jamak dari bahasa Arab dari kata Khulq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat.
           Sedangkah secara bahasa banyak yang mendefinisikan Akhlak. Definisi Ibrahim Anis dalam al-Mu'jam al-Wasit, "Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan"
        Sedangkan Definisi Imam Al-Ghazali di dalam kitab ihya' ulum al-din. "Akhlak adalah sifat yang melekat dalam jiwa seseorang yang menjadikan ia dengan mudah bertindak tanpa banyak pertimbangan.
           Dari keterangan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perbuatan yang merupakan manifestasi akhlak ialah apabila memenuhi dua syarat, yaitu:

  1. Perbuatan itu dilakukan berulang kali sehingga menjadi suatu adat kebiasan
  2. Perbuatan itu dilakukan dengan kesadaran jiwa, bukan karena paksaan atau tanpa kesengajaan
B. Kedudukan dan Keistimewaan Akhlak Dalam Islam

Diantara kedudukan dan keistimewaan akhlak dalam islam adalah :
  1. Penyempurnaan akhlak adalah misi pokok Rasuluallah SAW
  2. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam
  3. Akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat
  4. Baik buruknya akhlak menjadi ukuran kualitas keimanan seseorang
  5. Akhlak yang baik merupakan bukti dan buah dari ibadah kepada Allah
C. Pembagian Akhlak Dalam Islam

Dalam ajaran islam akhlak dapat dikelompokkan menjadi duan bagian, yaitu :
  • Akhlak dilihat dari segi Objeknya
  1. Akhlak kepada Allah SWT
  2. Akhlak kepada Rasuluallah
  3. Akhlak kepada Keluarga
  4. Akhlak kepada Orang Lain
  5. Akhlak kepada Alam Lingkungan
  • Akhlak dilihat dari segi Sifatnya
  1. Akhlak Mahmudah, yaitu tingkah laku yang terpuji yang merupakan tanda keimanan seseorang. Akhlak ini sangat besar artinya bagi kehidupan seorang muslim. Dengan Akhlak ini manusia dapat mempertahankan martabatnya selaku makhluk yang termulia.
  2. Akhlak Mazmumah, yaitu aklhak yang apabila disandang oleh seorang Muslim menjadikan dirinya akan dijauhi dalam berbagai macam pergaulan. Akhlak ini akan dapat merusak keimanan dan menjatuhkan martabat seseorang dihadapan orang lain.
D. Tujuan Mempelajari Akhlak Dalam Islam

Diantara tujuan seorang Muslim mempelajari akhlak adalah sebagai berikut :
  1. Mendapatkan ridha Allah SWT
  2. Terbentuknya pribadi Muslim yang luhur dan mulia
  3. Terwujudnya perbuatan yang terpuji dan mulia
  4. Terhindarnya perbuatan yang hina dan tercela


Kemitraan Usaha Digital

Adap Kepada Guru Dalam Pandangan Islam






      Pada dasarnya kewajiban mengajar dan mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab kedua orang tua. Tetapi banyak orang tua yang tidak mampu melakukannya, baiuk karena sibuk bekjerja atau karena tidak memiliki kemampuan (skill) untuk mengajar dan mendidik. Sehingga tugas ini pun dilimpahkan kepada orang lai (Guru) atau lembaga pendidikan sekolah.
     Dengan demikian guru merupakan pengganti kedua otang tuanya di lingkungan pendidikan. Dalam falsafah jawa Guru adalah ratu lan wong atuwa karo (guru adalah pemerintah/raja dan kedua orang tua). Amanat yang mulia ini hendaklah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga cita-cita kedua orang tuanya untuk memiliki anak shaleh dan shalehah serta mempunyai ilmu yang tinggi dapat terwujud.
      Setelah mengormati dan menghargai kedua orang tua, maka setiap murid wajib menghormati dan menghargai gurunya. sebab gurulah yang telah berjasa memberikan pelajaran dan pendidikan kepada muridnya agar kelak menjadi manusia yang luhur budinya, cakap, serta menjadi warga negara yang berguna bagi agama, tanah air, nusa dan bangsa.
          Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh guru, maka seorang murid harus memperhatikan adab terhadap guru. Adapun adap seorang murid terhadap guru adalah sebagai berikut :
  • Apabila bertemu dengan Guru, hendaklah mengucapkan salam terlebih dahulu, menjabat tangan dan menyambutnya dengan wajah yang berseri-seri
  • Taat dan Patuh melaksanakan perintah guru, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam
  • Perhatikanlah ketika guru sedang memberikan pelajaran dan jangan terlalu banyak bertanya terhadap hal-hal yang tidak perlu
        Allah Berfiman:
فَوَجَدَا عَبۡدً۬ا مِّنۡ عِبَادِنَآ ءَاتَيۡنَـٰهُ رَحۡمَةً۬ مِّنۡ عِندِنَا وَعَلَّمۡنَـٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمً۬ا (٦٥) قَالَ لَهُ ۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدً۬ا (٦٦) قَالَ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِىَ صَبۡرً۬ا (٦٧) وَكَيۡفَ تَصۡبِرُ عَلَىٰ مَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ خُبۡرً۬ا (٦٨) قَالَ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ صَابِرً۬ا وَلَآ أَعۡصِى 
لَكَ أَمۡرً۬ا (٦٩) قَالَ فَإِنِ ٱتَّبَعۡتَنِى فَلَا تَسۡـَٔلۡنِى عَن شَىۡءٍ حَتَّىٰٓ أُحۡدِثَ لَكَ مِنۡهُ ذِكۡرً۬ا
"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. [1] (65) Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" (66) Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. (67) Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" (68) Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun". (69) Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu". (Al-Kahfi : 65-70)

  • Tunjukkan sikap yang merendahkan hati (tawadlu'), selalu hormat dan sopan terhadap guru, baik dalam perkataan maupun dalam tingkah laku
  • Apabila belum jelas dalam memahami apa yang telah disampaikan guru, maka seorang murid harus menanyakan dan meminta dijelaskan kembali. Ada pepatah yang mengatakan malu bertanya sesat dijalan.


Kemitraan Usaha Digital

close
Jadi Agen Iklan